Kontraktor Perlu Memahami 3 Teknik Penguatan Jembatan Girder Baja Ini
Jembatan dengan bahan girder baja memang menjadi salah satu jenis jembatan yang tahan lama. Namun, Anda tetap harus melakukan penguatan pada jembatan girder baja / komposit baja tersebut. Berikut ini beberapa teknik penguatan jembatan girder baja yang bisa Anda terapkan dalam proyek pembangunan. Dengan begitu, jembatan benar-benar kuat hingga periode yang sudah ditentukan bahkan melebih periode tersebut.
Teknik Stressing Girder
Teknik ini digunakan pada proses penguatan jembatan dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur balok beton. Cara penerapan teknik ini adalah dengan mengenakan tegangan kompresi pada balok beton yang akan digunakan dalam jembatan. Kabel baja ditempatkan di sepanjang balok beton. Kemudian diberikan tegangan kompresi sehingga kemampuan balok menahan beban dan tekanan meningkat.
Pada proyek pembangunan jembatan, teknik ini digunakan untuk meningkatkan kekuatan struktur jembatannya. Hal ini sangat penting khususnya untuk jembatan yang akan dilalui banyak kendaraan atau jembatan rel kereta api.
Teknik Eksternal Prestressing
Ada setidaknya dua unsur utama yang digunakan pada teknik eksternal prestressing ini, yaitu kabel dan baja profil. Kabel yang digunakan pada teknik penguatan jembatan girder baja ini biasanya adalah kabel tipe mono. Diameter kabel tersebut adalah 12.7mm dengan luas nominal 98.72 mm2 dan beban putus 18.733 ton.
Teknik ini juga mempertimbangkan masalah korosi. Karena itu, kabel yang dipilih pun juga dilapisi pelindung, misalnya lapisan pelindung berbahan medium density polyethylene. Teknik ini sangat cocok digunakan pada jembatan yang akan dilalui beragam kendaraan dengan variasi berat beban yang beragam pula. Biasanya teknik eksternal prestressing juga diaplikasikan untuk penguatan jembatan girder baja yang sudah berusia tua.
Teknik Lembaran Fiber Reinforced Polymer (FRP)
Teknik penguatan ini dilakukan dengan cara menempelkan lembaran FRP pada permukaan beton. Teknik ini juga menggunakan perekat epoxy agar lembaran FRP bisa melekat kuat pada permukaan beton. Kelebihan teknik ini adalah mudah diterapkan karena hanya menempelkan lembaran FRP saja.
Selain itu, lembaran FRP juga sangat ringan namun tetap kuat dan tahan terhadap korosi. Harga lembar FRP juga terjangkau sehingga teknik ini juga sangat ekonomis. Bahkan, teknik ini terbukti mampu mengatasi kegagalan struktur pada bidang geser.
Dengan begitu, kekuatan struktur jembatan akan kembali meningkat. Sehingga, jembatan pun tetap aman digunakan dan terhindar dari risiko kerusakan yang parah bahkan risiko runtuh.
Itu dia setidaknya 3 teknik penguatan jembatan girder baja. Tentu saja kontraktor jembatan wajib mengetahui teknik tersebut. Kontraktor juga wajib paham teknik mana yang sesuai dengan karakteristik jembatan serta masalah yang dihadapi.
Dengan begitu, teknik ini bisa diaplikasikan dengan maksimal serta mampu mengatasi masalah yang ada pada jembatan tersebut. Akhirnya, jembatan pun bisa digunakan kembali dengan aman dan nyaman setelah dilakukan proses penguatan yang tepat.