Jembatan Kutai Kartanegara adalah salah satu ikon bersejarah di Kalimantan Timur, Indonesia. Dengan bentang utama yang terpanjang di Indonesia, jembatan ini menghubungkan dua kota penting: Kota Tenggarong dan kecamatan Tenggarong Seberang, menuju ke Kota Samarinda. Mari kita telusuri sejarah dan pesona Konstruksi Jembatan Kutai Kartanegara.
Sejarah Jembatan Kutai Kartanegara
Jembatan ini pertama kali dibangun pada tahun 1955 dan selesai pada tahun 2001. Sebagai jembatan kedua yang melintasi Sungai Mahakam setelah Jembatan Mahakam di Samarinda, awalnya diberi nama Jembatan Gerbang Dayaku. Nama ini diambil dari slogan pembangunan yang diajukan oleh Bupati Kutai Kartanegara saat itu, Syaukani Hasan Rais. Setelah Syaukani melepaskan jabatannya, jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau lebih dikenal sebagai Jembatan Kartanegara.
Namun, tragedi menghantam pada 26 November 2011, ketika jembatan ini ambruk pukul 16.20 waktu setempat. Puluhan kendaraan yang sedang melintas harus terjun ke sungai, menyebabkan 24 orang meninggal dan banyak lainnya luka-luka. Dua tahun kemudian, rencana pembangunan kembali Jembatan Kutai Kartanegara dimulai. Pada tahun 2013, jembatan ini dibangun kembali di lokasi yang sama dan akhirnya resmi dibuka kembali pada tahun 2015.
Keindahan Jembatan
Jembatan Kutai Kartanegara awalnya mengusung konsep Golden Gate, tetapi setelah tragedi ambruk, konsepnya diubah menjadi jembatan lengkung. Meskipun demikian, keindahannya tetap memukau. Pada malam hari, lampu warna-warni yang terpasang sepanjang jembatan menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Cahaya yang memantul di air Sungai Mahakam menambah pesona Jembatan Kutai Kartanegara.
Ketika Anda melintas di atas jembatan ini, Anda akan terpesona oleh panjang dan lebar Sungai Mahakam, sungai terbesar di Kalimantan Timur. Anda dapat melihat perahu berlayar dan bahkan sebuah pulau kecil yang memisahkan Tenggarong dengan Kecamatan Tenggarong Seberang.
Jembatan Kutai Kartanegara bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga simbol sejarah dan keindahan alam Kalimantan Timur. Mari kita terus menghargai warisan budaya ini dan menjaganya agar tetap berdiri kokoh di atas Sungai Mahakam.
Sumber Referensi Artikel:
- Sejarah Jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur - IDN Times
- Jembatan Terindah di Kalimantan : Okezone Travel