Hampir sebagian besar orang atau mungkin Anda sendiri, tentunya sudah sangat familiar dengan yang namanya proyek jembatan girder baja, bukan? Ya, konstruksi bangunan jembatan ini umumnya dibangunan dengan menggunakan bahan material berkualitas dan terbilang menggunakan biaya yang tidak terlalu tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, Anda perlu tahu bahwa di dalam proyek pembangunan tersebut ternyata memiliki banyak sekali jenis konstruksi yang mana bisa dilihat pada artikel berikut ini.
Aneka jenis konstruksi proyek jembatan girder baja
Pembangunan jembatan girder baja, umumnya menjadi salah satu opsi terbaik dalam membuat bangunan jembatan yang mudah dengan biaya terjangkau. Terlebih lagi, penggunaan material komposit baja yang digunakan di dalamnya juga memiliki banyak sekali keunggulan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Yaitu mulai dari biayanya yang lebih hemat, perawatannya yang mudah dan proses pembuatannya yang terbilang lebih cepat. Tidak hanya itu, pembangunan jembatan ini juga menawarkan banyak sekali pilihan jenis konstruksinya antara lain sebagai berikut.
- Jembatan girder baja / komposit baja desain balok
Jenis jembatan yang pertama, ada jembatan dengan desain balok yang terletak di antara 2 tumpuan. Dimana, lantai kendaraan nantinya akan langsung berada di bagian atas gelagar memanjang. Dan biasanya penggunaannya akan dipakai untuk jembatan dengan bentang yang kecil sekitar 15 meter sampai 36 meter.
- Jembatan baja dengan desain dinding penuh
Berikutnya, ada jembatan dengan desain dinding penuh yang di dalamnya terdiri dari gelajar panjang, gelagar melintang dan gelagar induk. Sementara itu, lantai kendaraan biasanya akan diposisikan jauh lebih rendah. Biasanya, penggunaan jembatan satu ini sering kali dimanfaatkan untuk bentang dengan panjang sekitar 24 meter sampai 45 meter.
- Jembatan rangka sederhana
Khusus untuk jembatan rangka sederhana sendiri, biasanya disusun dari gelagar induk, gelagar melintang dan gelagar memanjang. Sementara pada bagian sisi kanan dan kirinya, biasanya akan memanfaatkan penggunaan rangka baja. Dikenal sebagai kategori jembatan menengah, jembatan ini biasanya memiliki bentang sekitar 45 meter sampai 180 meter.
- Jembatan rangka menerus
Jembatan rangka menerus satu ini, biasanya dibuat dengan susunan rangka yang menerus. Dimana bagian tumpuan jembatan satu ini, biasanya diletakkan pada bagian tengah bentang rangka yang tidak terpisah. Adapun jenis jembatan satu ini, biasanya lebih banyak digunakan dalam bentang sekitar 45 meter sampai dengan 180 meter.
- Jembatan kantilever
Terakhir, ada yang namanya jembatan kantiveler yang mana terbilang cukup panjang sesuai dengan ciri khasnya dan terdiri dari dua batang kantilever dan satu bentang lain. Nantinya, bentang tersebut akan diletakkan di bagian ujung – ujung kantilever. Untuk jembatan satu ini biasanya sering dibangun pada bentang sekitar 75 meter sampai dengan 540 meter.
Jadi, itulah tadi jenis – jenis proyek jembatan girder baja yang bisa Anda ketahui dan pahami, yang mana sering kali ditemukan di suatu tempat di jalanan.