Fabrikasi Jembatan Rangka Baja merupakan salah satu tahap penting dalam pembangunan jembatan rangka baja. Tahap fabrikasi memungkinkan bahan dan komponen dari jembatan rangka dapat dibentuk sesuai dengan perencanaan pembangunan. Selain itu, fabrikasi memungkinkan material atau komponen yang digunakan untuk membangun jembatan rangka baja dapat berfungsi dengan baik dan memiliki performa memuaskan. Untuk memahami lebih lanjut tentang fabrikasi jembatan tipe ini, berikut beberapa informasi yang dapat dijadikan referensi.
Tempat Pengerjaan Fabrikasi Jembatan Rangka Baja
Pada dasarnya, terdapat dua jenis fabrikasi yang dibagi berdasarkan tempat pengerjaannya, yaitu:
- Workshop Fabrications
Seperti namanya, Proses Fabrikasi Jembatan Rangka Baja ini dilakukan di tempat produksi. Tempat produksi yang digunakan bisa berupa gedung atau bangunan. Di dalam bangunan tersebut terdapat berbagai alat yang diperlukan untuk kebutuhan fabrikasi dan produksi semua komponen yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan rangka baja.
- Site Fabrications
Fabrikasi ini dilakukan pada lokasi pembangunan jembatan. Pada lokasi pembangunan, semua tahap fabrikasi dilakukan. Seperti pengiriman material, pengelasan material, proses sandblast, hingga proses pemasangan komponen. Karena proses fabrikasi dan pembangunan dilakukan pada satu lokasi, maka dibutuhkan Teknik Konstruksi Jembatan Rangka Baja yang baik agar pembangunan berjalan lancar.
Tahapan Proses Fabrikasi
Terdapat 9 tahap proses fabriksai jembatan baja ringan, yaitu:
- Marking
Tahap ini juga dikenal dengan sebutan tahapan penandaan. Saat Material untuk Jembatan Rangka Baja datang ke lokasi atau tempat produksi, maka material tersebut akan ditandai. Sketsa komponen yagn akan dibuat digambar langsung pada material. Proses pengukuran juga dilakukan pada tahapan ini.
- Cutting
Setelah diberikan tanda, tahapan selanjutnya adalah proses pemotongan. Ada banyak alat yang bisa digunakan untuk memotong material yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan rangka baja. Salah satunya adalah memakai mesin pemotong atau biasa disebut cutting torch. Alat pemotong ini, juga memiliki beberapa tipe, seperti oxy flame cutting, mesin potong hidrolik dan CNC cutting.
- Pengeboran
Tahapan selanjutnya adalah proses pengeboran pada material yang sudah dipotong. Lubang yang dihasilkan diperuntukkan untuk baut yang akan menjadi pengikat antara komponen rangka baja. Diameter lubang dan lokasinya disesuaikan dengan spesifikasi yang sudah ditentukan pada tahap perencanaan.
- Penyetelan/Perakitan
Setelah tahap pengeboran, maka dilakukan proses perakitan material. Proses ini dilakukan untuk memastikan material cocok dengan Desain Jembatan Rangka Baja yang ada. Pada umumnya, perakitan menggunakan metode las titik atau biasa disebut teck weld fitter sebelum disambung secara permanen dengan las menyeluruh atau welding.
- Pengelasan
Tahap pengelasan dilakukan untuk menyambung bagian-bagian jembatan rangka baja menjadi sambungan yang permanen. Kualitas hasil pengelasan sangat bergantung pada kemampuan orang yang menjalankan proses ini. Oleh karena itu, diperlukan tenaga ahli agar proses ini menghasilkan hasil terbaik, karena akan mempengaruhi kestabilan Konstruksi Struktur Baja dari jembatan ini.
- Pemeriksaan
Setelah proses pengelasan selesai dilakukan, maka hasilnya harus melalui tahap quality control (QC). Pada tahap pemeriksaan ini, ahli yang menangani tahapan ini akan melihat seluruh proses fabrikasi yang sudah dilakukan. Hal tersebut termasuk jenis amterial, ukurannya, bagian dari komponen jembatan, dan bentuk. Semuanya harus sesuai dengan desain yang sudah disetujui.
- Finishing
Proses finishing dilakukan untuk membersihkan permukaan material dari bekas proses Fabrikasi Jembatan Rangka Baja sebelumnya. Misalnya bagian kasar pada pinggiran sisa dari proses cutting. Pada tahapan ini, alat gerinda mesin digunakan untuk mempersiapkan permukaan material untuk proses selanjutnya.
- Penyemprotan
Penyemprotan adalah proses untuk menghilangkan kotoran maupun kerak yang menempel pada permukaan material. Penyemprotan dilakukan dengan alat bertekanan tinggi pada bagian permukaan material. Sedangkan material yang digunakan untuk menyemprot permukaan material jembatan adalah pasir, karena mampu membersihkan dengan baik dan mengurangi resiko terjadinya karat.
- Pengecatan
Tahap terakhir dari proses fabrikasi jembatan tipe ini adalah pengecatan. Pengecatan dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Hal tersebut termasuk warna serta jenis cat yang akan digunakan. Proses ini juga membuat jembatan memiliki daya tahan bagus sehingga Perawatan Jembatan Rangka Baja menjadi lebih mudah.
Itu dia proses lengkap dari fabrikasi untuk jembatan rangka baja. Selain itu, proses fabrikasi tersebut juga cocok untuk diterapkan pada Struktur Baja untuk Jembatan Gantung. Proses ini juga memberikan banyak keuntungan untuk jembatan rangka baja.
Keunggulan Jembatan Rangka Baja
Ada empat Keunggulan Jembatan Rangka Baja yang memakai proses fabrikasi diatas, yaitu:
- Kekuatan Lebih Baik
Rangka baja yang dipersiapkan dengan proses fabrikasi yang benar akan memberikan kekuatan dan daya tekan lebih baik dibandingkan bahan beton. Berdasarkan pengukuran resmi dari dua bahan ini, beton hanya memiliki daya tekan maksimal sebesar 100 Mpa. Sedangkan untuk rangka baja dengan proses fabrikasi yang tepat, memiliki daya tekan maksimal sebesar 240 Mpa.
- Hemat Biaya
Rangka baja yang sudah melalui proses fabrikasi membuatnya siap untuk dipasang. Proses pemasangan ini tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Sehingga, biaya yang dikeluarkan untuk proses Aplikasi Jembatan Rangka Baja pada lokasi dapat dikurangi.
- Perawatan yang Mudah
Daya tahan dari material yang digunakan setelah proses fabrikasi juga meningkat tajam. Material jembatan rangka dapat bertahan dari cuaca maupun tekanan dari penggunaan jembatan. Ditambah lagi, bila komponen jembatan rangka baja rusak, bagian tersebut dapat diganti dengan mudah. Proses fabrikasi memungkinkan tiap bagian dibongkar dan diganti dengan baru bila mengalami kerusakan.
- Pembuatan yang Lebih Cepat
Material baja dapat dengan mudah didapat dari banyak distributor besi baja. Untuk proses pembuatan tiap bagian dan perakitan akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan bahan lain. Selain itu, proses pemasangan juga dapat berjalan lebih cepat.
Pada proses fabrikasi, tiap bagian sudah disusun dan dibentuk diawal. Jadi, saat dibawa ke lokasi untuk dipasang, maka semuanya dapat dilakukan dengan cepat. Para pekerja hanya perlu mengikuti rencana pembangunan yang sudah dibuat diawal.
Perlu diketahui, meskipun jembatan rangka baja banyak memiliki keunggulan setelah melalui proses fabrikasi, tetapi proses pembangunan tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Hal ini termasuk lolos proses Survey PKRMS untuk Konstruksi Baja. Proses survei ini tidak hanya berkaitan dengan masalah legalitas. Tetapi, keamanan dari proses pembangunan jembatan rangka baja juga menjadi perhatian khusus.
Kesimpulan
Penjelasan diatas menunjukkan pentingnya proses fabrikasi untuk struktur jembatan rangka baja. Oleh karena itu, proses fabrikasi harus dilakukan oleh pihak atau perusahaan yang dapat diandalkan dan memiliki keahlian yang tinggi. Selain hasil yang didapat akan memiliki kualitas tinggi, jembatan rangka baja juga akan dapat bertahan lebih lama.
Proses ini mungkin akan memakan waktu dan biaya yang cukup besar. Tetapi, hal tersebut sangat penting untuk keamanan jembatan saat digunakan oleh para pengguna jembatan. Itu dia beberapa hal penting yang harus diketahui tentang Fabrikasi Jembatan Rangka Baja.